Whatsapp Rilis Video Call

Rabu, 16 November 2016

​Setelah sempat di uji cobakan pada versi beta, WhatsApp akhirnya resmi meluncurkan fitur panggilan video. Kehadirannya siap menyangi Skype dan FaceTime. Pengumuman tersebut disampaikan langsung WhatsApp lewat blog resminya. 

Mereka mengatakan dalam beberapa hari ke depan, sekitar 1 miliar pengguna WhatsApp bisa memanfaatkan panggilan video lewat aplikasinya.

“Kami memperkenalkan fitur ini karena kita tahu kadang-kadang suara dan teks tidak cukup,” tulis pihak WhatsApp dalam blog resmi seperti dilansir dari CNet, Selasa (15/11/2016).

“Kami ingin membuat fitur ini tersedia untuk semua orang, bukan hanya mereka yang memiliki ponsel mahal ataupun yang tinggal di negara yang punya jaringan seluler terbaik,” lanjutnya.

Untuk menggunakan fitur ini, pengguna cukup mengupdate pembaruan yang ada di App Store, Play Store dan Windows Store. Cara menggunakan video call di WhatsApp hampir sama dengan membuka menu voice call. 

Caranya, tap ikon telepon di halaman percakapan, kemudian akan muncul pop up berisi pilihan voice call atau video call. Pilih opsi video call, dan kita sudah bisa melakukan video call seperti di layanan lainnya.
Ref :

○CNN Indonesia

○TEMPO

Whatsapp Rilis Video Call

Avenged Sevenfold Rilis Album Ke-7 ‘The Stage’

Album ke-7 A7X “The Stage” dirilis 28, Oktober 2016

Album ke-tujuh itu rilis dengan mengejutkan pada Jumat (28/10), dan terdiri dari 10 lagu.

Band metal asal AS, Avenged Sevenfold memberi kejutan pada penggemarnya dengan merilis dadakan album ke-tujuhnya yang diberi judulThe Stage. Mengutip NME, album tersebut dirilis pada Jumat (28/10) dan terdiri dari 10 lagu. Sevenfold sebelumnya merilis album terakhir pada 2013 lalu, dengan judulHail To The King.

AlbumThe Stage sendiri diyakini akan menjadi album pertama bagi band tersebut dengan drummer barunya Brooks Wackerman, setelah ditinggal Arin Ilejay pada 2015.

Amazon Kanada telah memberi bocoran akan detil album dengan merilis daftar lagu yang ada di dalamnya. Beberapa judul lagu di dalam album tersebut, ialah :

  • The Stage
  • Paradigm
  • Sunny Disposition
  • God Damn
  • Creating God
  • Angels
  • Simulation
  • Higher
  • Roman Sky 
  • Fermi Paradox
  • Exist

Sementara, untuk sampul albumnya, menggambarkan luar angkasa dengan posisi planet bumi di bagian tengah, diapit oleh petir keunguan di kiri dan kanan. Di bagian bawahnya terdapat judul, The Stage.

Sebelumnya, band yang pernah konser di Indonesia itu pernah menyebutkan bahwa mereka akan tampil di konser yang akan dilengkapi efek tiga dimensi, 360 derajat dan realitas maya memanfaatkan teknologi digital pada Kamis (27/10), sehari sebelum perilisan album.

Persiapan akan album baru ini sempat terlontar oleh gitaris Zacky Vengeance. Pada Kerrang! akhir tahun lalu, ia menyebutkan mereka sedang dalam proses membuat lagu baru.

Awal bulan ini, Sevenfold juga membagi video musik untuk lagu terbaru mereka berjudul The Stage. 

Gambaran beberapa lagu dari album ini, “Paradigm” berbicara tentang nanobots – dan bagaimana mereka berpotensi dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit dan membantumu untuk hidup selamanya.

Tapi, berapa banyak dari manusia akan Anda berada di titik itu? Jika Anda 70% mesin dan 30% manusia, Anda akan kehilangan diri sendiri? Atau seperti lagu “Creating God” – komputer yang semakin pintar dan cerdas, dan tiba-tiba mereka menjadi dewamu; mereka jauh lebih cerdas darimu, dan anda tampak seperti kera untuk mereka, atau semut. Dan kemudian paruh kedua catatan melompat ke ruang angkasa, dan eksplorasi ruang angkasa, dan bagaimana kita memperlakukan satu sama lain sebagai manusia – bagaimana kita tidak pernah benar-benar melihat perspektif orang lain, karena kita hanya melihat kita sendiri. “Album ini berbicara tentang hal-hal yang tepat di sudut yang berpotensi dapat mengubah dunia,” kata M. Shadows. Jeff Forney 

Neil deGrasse Tyson membuat cameo di akhir “Exist.” Bagaimana itu terjadi? Lagu ini berasal dari ide yang ingin meniru Big Bang ala heavy-metal jalanan, seperti, “OK, ini adalah apa yang akan terdengar seperti ketika hal ini terjadi!” Ini seperti kisah klasik besar. Kami mencintai Gustav Holst The Planet, tapi tidak ada yang benar-benar hit the Big Bang, jadi kami melakukannya! Aku ingin menjadi semua instrumental, dan kemudian Brian [gitaris Synyster Gates] seperti, “Yah, saya pikir harus ada vokal di atasnya.” Jadi kita berakhir dengan kompromi di mana itu seperti, “OK, ketika vokal masuk, itu Earth -. Itu pertama kalinya bahwa hidup dimulai setelah masa cooling-down dari Big Bang” Awalnya, kami ingin menggunakan rekaman Carl Sagan membaca kutipan dari dana Pale Blue Dot, tapi [sebenarnya] tidak benar-benar membiarkan orang menggunakannya. Jadi kita mengulurkan tangan untuk Neil.

Vengeance pun kemudian via akun Twitter-nya menyebutkan, “Oktober adalah bulan perayaan,” seolah memberi kode.

Sebelum The Stage, Avenged Sevenfold telah merilis enam album : Sounding the Seventh Trumpet(2001), Waking the Fallen(2003), City of Evil(2005), Avenged Sevenfold(2007), Nightmare(2010),  dan Hail to the King(2013).

Album ini sudah tersedia di iTunes atau streaming di Spotify dan bundelnya juga tersedia di webstroge band

Referensi ;
RollingStone

CNN Indonesia

Wikipedia

Avenged Sevenfold Rilis Album Ke-7 ‘The Stage’

Jokowi Diminta Tidak Mengacaukan Sistem Hukum Yang Ada

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat di Istana Negara. Foto/SINDOphoto

Minggu,  23 Oktober 2016 – 15:49 WIB

JAKARTA – Dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) diapresiasi berbagai kalangan. Terutama paket kebijakan hukum yang akhirnya muncul.

Sekalipun dianggap terlambat, kebijakan ini patut didukung sehingga terwujud keseriusannya dalam memperbaiki sektor hukum yang ada di Indonesia.

Jika ditelusuri dua tahun ke belakang, sektor hukum mengalami pembiaran tanpa ada kebijakan yang komprehensif dari Presiden Jokowi.

Disampaikan langsung oleh Peneliti Transparency International (TI) Indonesia, Wahyudi, bahwa selama tahun 2015, semua menyaksikan bagaimana kasus kriminalisasi bergulir dan menguras banyak energi publik.

“Di awal 2016, tiba-tiba muncul satu paket kebijakan yaitu Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 dan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional,” kata Wahyudi di daerah Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (23/10/2016).

“Sekilas kebijakan ini memang terlihat biasa, namun substansinya justru mengacaukan sistem hukum. Terlebih presiden justru memberikan impunitas kepada pejabat publik dengan berlindung dibalik diskresi,” imbuhnya.

Menurut Wahyudi, hal ini tentu saja telah mengusik rasa keadilan, di tengah korupnya penegakan hukum. PresidenJokowi seolah menjadi arsitek yang menambah buruk performa pemberantasan korupsi.

Diakuinya, di tahun 2016 ini muncul kebijakan yang memberikan sedikit angin segar dalam mendorong pemberantasan korupsi. Seperti Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017 dan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.

“Dalam konteks pelayanan publik, presiden melalui kebijakan ini menghendaki adanya tindakan tegas terhadap praktik pungutan liar (pungli). Integritas pelayanan publik memiliki relasi erat dengan potensi korupsi,” ungkapnya.

“Survei Persepsi mengenai korupsi tahun 2015 menyatakan bahwa lembaga publik dengan integritas publik yang buruk memiliki potensi korupsi tinggi pula,” jelasnya.
(maf)

Sumber : Popy Rakhmawaty/ Sindonews.com

Jokowi Diminta Tidak Mengacaukan Sistem Hukum Yang Ada

Perbedaan Antara Teman Dan “Teman”

Teman yang baik vs teman yang hanya mencari keuntungan darimu. (Foto: lifehack.com)

Teman yang baik akan selalu ada ketika kamu butuh. Mereka mendukungmu, mereka ingin kamu mendapatkan segala yang terbaik dalam hidupmu. Ada juga segelintir orang yang bersembunyi di balik label “teman” tapi sikapnya padamu tak sebagaimana layaknya teman. 

Kelompok “teman” yang seperti ini sering disebut sebagai toxic friend. Mereka berpura-pura menjadi teman hanya demi mendapatkan keuntungan pertemanan kalian. Mereka memanfaatkan kamu tapi tidak pernah ada ketika kamu butuh mereka. Mereka cemburu ketika kamu mencapai sebuah prestasi.

Dikutip dari Lifehack.com, berikut perbedaan antara “the real friend” dengan “toxic friend” dalam infografis sederhana.Teman harusnya senang atas pencapaianmu, bukan malah iri.

Teman yang baik vs teman yang hanya mencari keuntungan darimu. (Foto: lifehack.com)

Berteman sih, tapi kan perlu waktu untuk diri sendiri juga.

Teman yang baik vs teman yang hanya mencari keuntungan darimu. (Foto: lifehack.com)

Menghubungi cuma kalau ada maunya? Teman macam apa?

Teman yang baik vs teman yang hanya mencari keuntungan darimu. (Foto: lifehack.com)

Temanmu takkan masalah jika diajak bergabung dengan teman-teman yang lain, tak perlu menghindar apalagi membenci.

Teman yang baik vs teman yang hanya mencari keuntungan darimu. (Foto: lifehack.com)

Yang kamu anggap teman itu, bisa menerima kamu apa adanya atau malah memintamu berubah sesuai keinginannya?

Teman yang baik vs teman yang hanya mencari keuntungan darimu. (Foto: lifehack.com)

Karena teman sungguhan akan ikut merasakan apa yang kamu rasakan, dia tak akan tega menyakitimu.

Teman yang baik vs teman yang hanya mencari keuntungan darimu. (Foto: lifehack.com)

Teman senang berdiskusi, bukan ingin menang sendiri.

Teman yang baik vs teman yang hanya mencari keuntungan darimu. (Foto: lifehack.com)

Teman sejati itu bisa saling menghargai.

Berada di kondisi itu oleh orang yang kamu anggap teman pasti kan gak enak. Karena itu, kamu juga perlu sadar diri, sudahkah kamu menjadi teman yang baik untuk mereka yang sudah menganggapmu sebagai teman? Perbanyak teman jauhi “teman”.. ^^

-omeaneun-

Perbedaan Antara Teman Dan “Teman”

Seni Telegeodynamics

Nikola Tesla (10 Juli 1856 – 7 Januari 1943)

Iya, Tesla. Ia adalah seorang penemu, ahli fisika, engineer mesin, dan engineerlistrik Serbia-Amerika yang dikenal dunia. Banyak yang menganggapnya sebagai salah satu penemu paling penting dalam sejarah manusia; tentu ia adalah salah satu jenius terbesar abad ke-19. 

Di antara “prestasi”-nya yang kurang diketahui adalah bahwa dia hampir meratakan New York City pada tahun 1890 dengan menciptakan gempa buatan. Dia menyebut teknologi untuk menyalurkan energi mekanik melalui bumi-nya tersebut sebagai “TeleGeoDynamics.” Dia juga terkenal akan percobaannya dalam transmisi nirkabel energilistrik—daya penyampaian bebas.

Pasti semua sudah pada tahu dengan seorang Edison yang dari sedari kecil di zaman masa sekolah, kisah Edison ini seringkali digadang-gadangkan dengan berbagai macam ciptaan dan hak patennya, terutama bola lampu. Bahkan katanya, dia punya 1093 paten atas namanya. 

Sedangkan Tesla, siapa dia? Belum tentu semua pada tahu, karena memang ilmuwan briliant ini sangat jarang disebut-sebut, bahkan mungkin tidak pernah terdengar sama sekali di pelajaran zaman sekolah dulu.

Padahal, Tesla bukanlah orang sembarangan. Meskipun terlahir 9 tahun lebih muda dari Edison, pengaruh atas penemuannya sangat luar biasa. Keturunan Serbia kelahiran Smiljan, Provinsi Lika, Croatia ini bahkan namanya diabadikan menjadi satuan untuk medan magnet.

Bagi yang mengerti tentang serba-serbi kelistrikan dan seputar teknik elektro, tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya arus bolak-balik (AC = Alternating Current). Dia-lah yang pertama kali mengembangkan ide tersebut. 

Sedangkan untuk power engineering, kontribusinya terdapat dalam distribusi listrik fasa banyak (polyphase transmission system). Kontribusinya bukan hanya sampai disitu saja, akan tetapi juga di bidang robotics, nuclear physics, theoretical physics, juga di computer science. Dan dia dianggap sebagai”America’s Greatest Electrical Engineer” dan memiliki sebanyak 1200 paten yang terdaftar atas nama dirinya.

Tesla lahir di kota Smiljan, kota yang saat itu menjadi bagian dari Kekaisaran Austro-Hungaria, dari keluarga keturunan Serbia. Ayahnya adalah seorang imam Ortodoks. Dan ibunya, meskipun tidak terpelajar, sangat cerdas dan juga merupakan seorang penemu. Nikola Muda adalah seorang pemimpi dengan sentuhan puitis. Saat dewasa ia mengembangkan kualitas disiplin diri dan seorang mania terhadap presisi. Pada usia lanjut Ia menambahkan katalog fobia yang amat banyak dan perilaku aneh dalam pribadinya.

Sejak usia dini ia terpesona dengan mesin dan ilmu pengetahuan. Dia kuliah di Technical University di Graz, Austria, dan University of Prague, berniat untuk mengejar karier engineer. Di Graz ia kali pertama melihat dinamo Gramme, yang berfungsi sebagai generator dalam satu arah dan ketika dibalik ke arah yang lain menjadi motor listrik. Melihat rangkaian ini membuatnya berfikir untuk mengubah arus sehingga menjadi lebih baik dan bermanfaat. 

Kemudian, saat mengunjungi Budapest, Ia membayangkan prinsip medan magnet berputar dan mulai melaksanakan rencana motor induksi berdasarkan visinya.

Pada tahun 1882 Tesla melakukan perjalanan ke Paris, Perancis, di mana ia bekerja di Continental Edison Company. Tahun berikutnya, ketika bertugas ke Strasburg, ia menggunakan waktu luangnya untuk membangun motor induksi pertama. Itu merupakan prestasi teknologi yang besar, meskipun pada saat itu hanya beberapa orang di sekitarnya yang memahami hal tersebut. 

Usahanya untuk menarik menarik perhatian orang Eropa pada zamannya terbukti mengecewakan. Arus searah (DC) tahun 1880-an tidak memuaskan, sementara arus bulak-balik (alternating current AC) di diskreditkan sebagai tidak aman dan tidak bisa dijalankan. Kesal dengan semua orang sok tahu yang ia dianggap bodoh, Tesla berlayar ke Amerika pada tahun 1884.

Anak muda percaya diri yang berusia dua puluh tujuh tahun itu tiba di New York dengan empat sen di sakunya, beberapa puisinya sendiri, dan perhitungan untuk mesin terbang (yang dipatenkan pada tahun 1928). Dia memiliki sedikit kesulitan mengamankan posisinya diorganisasi Thomas Edison. Sayangnya, kedua penemu tersebut memiliki latar belakang temperamen dan metodologis yang berjauhan. Perpisahan mereka tak terelakkan.

Pada waktunya persaingan mereka yang ketat dalam bisnis dan penemuan ilmiah menarik tajuk utama surat kabar. Yang satu membenci yang lain. Edison menganggap bahwa Tesla adalah orang yang sombong. Tesla, yang melihat dirinya sebagai sebagai ilmuwan sejati, menganggap Edison hanya “pemikir,”dan publisitas berkerumun terhadap hal itu.

Kemudian mendirikan laboratoriumnya sendiri. Antara 1886 dan 1898 ia menerima hibah untuk 85 paten dari pekerjaannya di sana, dengan masih banyak lagi yang berikutnya. Dari 46 paten dasar dalam arus bulak-bali (AC), Tesla akhirnya memegang 45. 

Selain mengerjakan banyak sistem dan mesin yang dibutuhkan untuk mewujudkan teknologi arus bolak-balik, ketertarikan terhadap teknologi membawanya menyelidiki berbagai kemungkinan ilmiah lainnya. Adalah di laboratoriumnya di NewYork, TesIa bereksperimen dengan fisika getaran dan osilator mekanik yanghampir meratakai New York City. 

Gempa buatan Tesla disebabkan oleh perangkat yang dibangun di lab tersebut untuk menunjukkan prinsip resonansi harmonik. Mengutip dari Artikel Jason Jeffrey yang berjudul “Eathquakes: Natural or Man-Made?” dalam New Dawn, Jefrey menulis: Di laboratorimnya di Manhattan, Tesla membangun vibrator-vibrator mekanik dan menguji kekuatan mereka. Sebuah eksprerimen yang menjadi tidak terkendali.  Tesla memasang vibrator kecil yang kuat dan didorong oleh kompresi udara di tiang baja. 

Dengan meninggalkannya di sana, ia melanjutkan urusannya. Sementara itu, dijalan raya, terjadi guncangan yang keras, mengguncang tembok, meledakkan pipa, meretakkan jendela, dan memisahkan mesin-mesin berat dari penahannya. Vibrator Tesla menemukan frekuensi resonansi dari lapisan berpasir yang dalam pada lapisan tanah bagian bawah di bawah gedungnya, sehingga menimbulkan gempa kecil. Tidak lama gedung Tesla sendiri mulai bergetar. Dilaporkan bahwa ketika polisi masuk ke lab tersebut, Tesla terlihat menghancurkan perangkatnya dengan palu, satu-satunya cara agar dia dapat segera menghentikannya. 

Dalam percobaan serupa, saat malam menyelimuti kota, Tesla memasang vibrator bertenaga baterai, digambarkan seukuran jam alarm, ke kerangka baja dari konstruksi bangunan. Dia menyesuaikannya dengan frekuensi yang sesuai dan mengatur struktur tersebut sehingga menghasilkan getaran resonansi. Struktur tersebut bergetar, dan begitu pula bumi di bawahnya. 

Tesla belakangan membual bahwa ia bisa mengguncang Empire State Building dengan alat tersebut. Jika klaim ini tidak cukup mewah, ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa getaran resonansi berskala besar mampu membelah Bumi menjadi dua. 

Lebih dari 40 tahun kemudian, New York American menampilkan sebuah artikel pada 11 Juli 1935, berjudul:“Tesla’s Controlled Earthquakes – Gempa Terkendali Tesla.” Artikel inimenyatakan bahwa Tesla melakukan “eksperimen untuk transmisi getaran mekanik melalui bumi yang disebut olehnya sebagai “seni telegeodynamics” yang secara garis besar dijelaskan oleh para ilmuwan sebagai semacam “Gempa terkendali”. 

Artikel itu mengutip Tesla mengatakan: Getaran ritmis melewati bumi dengan hampir tidak kehilangan energi… sehingga menjadi mungkin untuk menyampaikan efek mekanis ke jarak terestrial terjauh dan menghasilkan semua jenis efek yang unik… penemuan tersebut dapat digunakan sebagai efek perusak dalam perang…

Dalam sebuah wawancara di The World of Today, Februari 1912, Tesla mengatakan bahwa akan mungkin untuk membelah planet dengan menggabungkan getaran dengan resonansi yang tepat dari bumi itu sendiri: Dalam beberapa minggu, saya dapat mengatur kerak bumi menjadi mengalami getaran sehingga ia akan meninggi dan menurun ratusan meter, menghuntalkan sungai dari landasan mereka, merusak bangunan dan secara praktis menghancurkan peradaban.

Tepat sebelum pergantian abad Tesla memulai percobaannya yang menentukan dengan daya listrik transmisi nirkabel. Dia pindah dari New York ke Colorado Springs, Colorado, di mana ia membangun sebuah laboratorium baru dari bawah ke atas untuk mengembangkan teorinya. 

Laboratorium Colorado Springs berisi Tesla Coil yang terbesar yang pernah dibangun. 

Tesla Magnifying Transmitter

Dia menyebutnya sebagai “Magnifying Transmitter” (Saat ini perangkat tersebut disebut TMT, Tesla Magnifying Transmitter—Transmitter Pembesar Tesla). Alat tersebut mampu menghasilkan daya 300.000 watt.

Tesla Magnifying Transmitter Kantor Paten sering memerlukan satu dekade atau lebih untuk memproses sebuah aplikasi. Tesla tidak menerima paten pada transmitter pembesarnya sampai 1914. Dia mengajukan permohonan paten untuk “Menyalurkan Energi Listrik Melalui Media Alam” pada tahun 1900, untuk sebuah paten yang dikeluarkan pada 1905. 

Adalah di Colorado Springs, dimana ia tinggal dari Mei 1899 sampai awal 1900, Tesla membuat apa yang ia anggap sebagai penemuannya yang paling penting, dan satu yang menyebabkan keruntuhannya gelombang stasioner terestrial. Sederhananya, dengan menggunakan penemuan ini, Tesla percaya bahwa energi dapat dipompa ke bumi pada setiap titik simpul (node) dari gelombang ini, dan bisa diambil dari setiap yang lainnya. 

Dia setidaknya menunjukkan hal ini pada dua kesempatan. Dalam satu percobaan dia menyalakan 200 lampu terbesar Mr. Edison, tanpa kabel dari jarak 25 mil. Laboratoriumnya memompa listrik ke dalam bumi dengan menggunakan sebuah tiang 200 kaki yang di atasnya terdapat bola tembaga besar. Dengan itu ia menghasilkan potensi yang melepaskan kilatan petir hingga sepanjang 135 meter. 

Petir dari energi yang dilepaskan tersebut bisa didengar dari kota Cripple Creek, sekitar 15 mil jauhnya. Orang-orang yang berjalan disepanjang jalan di Colorado Springs dilaporkan terperangah melihat bunga apiyang merambat di tanah dan di antara kaki mereka ketika peralatan Tesla beroperasi. Di seluruh bagian kota listrik ringan mengalir melalui keran ketika warga menyalakannya untuk minum air. 

Bola lampu dalam jarak 100 kaki dari menara percobaan dilaporkan terus bersinar lama setelah mereka telah dimatikan. Beberapa kali selama percobaan terjadi petir badai dan ratusan kebakaran diseluruh negara bagian. Kuda menerima kejutan melalui sepatu logam mereka dan kandang besi mereka. Banyak spesies lainnya juga terpengaruh. 

Beberapa tahun kemudian koran lokal melaporkan bahwa selama percobaan ini kupu-kupu menjadi memiliki listrik dan “secara tak berdaya berputar-putar dalam lingkaran sayap mereka memancarkan cahaya biru “Api Gunung Elmo”. 

Pada satu titik selama percobaan di Colorado Springs ia menjadi yakin bahwa ia telah menerima sinyal dari planet lain. Hari ini diyakini bahwa ia secara tidak sengaja telah menemukan radio astronomi. Meskipun demikian, klaimnya yang demikian, pada saat itu membuatnya mendapatkan cemoohan di banyak jurnal ilmiah. 

Pernyataannya tersebut, bersama dengan klaim telah terbuktinya kinerja “daya pancaran”, serta perilakunya yang semakin aneh, membuatnya menjadi diragukan dan secara luas dianggap sebagai archetypical “ilmuwan gila” oleh pers nasional. Sumber: Jerry E. Smith, 2013. Konspirasi Bencana Alam. Jakarta : PT. Ufuk Publishing House. Jerry E. Smith, (8 April 1950, Pomona, Kalifornia – 8 Maret 2010 Kempton, Illionis) adalah seorang penulis, dosen, penyair dan editor. 

Karya-karyanya diterbitkan meliputi tiga buku dari Adventures Unlimited Press, puluhan artikel non-fiksi dan ulasan. Dialah seorang teman dekat dan mitra sastrawan Jim Keith. Mereka bekerja sama di majalah dan buku, dan menjadi narasumber sebuah acara radio di kampus Oregon Institute of Technology.

Seni Telegeodynamics

Apa Itu WordPress ?

​WordPress adalah sebuah aplikasi sumber terbuka (open source) yang sangat populer digunakan sebagai mesin blog (blog engine). WordPress dibangun dengan bahasa pemrograman

PHP dan basis data (database)
MySQL. PHP dan MySQL, keduanya merupakan perangkat lunak sumber terbuka (open source software). Selain sebagai blog , WordPress juga mulai digunakan sebagai sebuah CMS (Content Management System) karena kemampuannya untuk dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. WordPress adalah penerus resmi dari b2/cafelog yang dikembangkan oleh Michel Valdrighi. Nama WordPress diusulkan oleh
Christine Selleck , teman Matt Mullenweg. WordPress saat ini menjadi platform content management system (CMS) bagi beberapa situs web ternama seperti CNN, Reuters, The New York Times, TechCrunch, dan lainnya.
Rilis terbaru WordPress adalah versi 4.1.1 (18 Februari 2015). WordPress didistribusikan dengan Lisensi Publik Umum GNU .
Sejarah
Matt Mullenweg, Ketua Pengembang WordPress.
Sejarah WordPress dimulai saat Matt Mullenweg yang merupakan pengguna aktif dari b2 mengetahui bahwa proses pengembangan b2 dihentikan oleh
pemrogramnya (programmer) yang bernama Michel Valdrighi, Matt Mullenweg merasa sayang dan mulai melanjutkan pengembangan b2.
WordPress muncul pertama kali pada tahun 2003 hasil kerja keras Matt Mullenweg dengan Mike Little. Yang membuat WordPress makin terkenal, selain karena banyaknya fitur dan tampilan yang menarik, adalah juga karena dukungan komunitas terhadap
perangkat lunak sumber terbuka untuk blog.
WordPress.com dan WordPress.org
WordPress menyediakan dua alamat yang berbeda, yaitu
0.1 WordPress.com
WordPress.com merupakan situs layanan blog yang menggunakan mesin WordPress, didirikan oleh perusahaan
Automattic. Dengan mendaftar pada situs WordPress.com, pengguna tidak perlu melakukan instalasi atau konfigurasi yang cukup sulit. Sayangnya, pengguna WordPress.com tidak dapat mengubah template standar yang sudah disediakan. Artinya, pengguna tidak dapat menambahkan asesori apa pun selain yang sudah disediakan. Meski demikian, fitur yang disediakan oleh WordPress.com sudah cukup bagus.
0.2 WordPress.org
WordPress.org merupakan wilayah pengembang (developer). Di alamat ini, seseorang dapat mengunduh (download) aplikasi beserta seluruh berkas CMS WordPress. Selanjutnya, CMS ini dapat diubah ulang selama seseorang menguasai PHP, CSS dan
skrip lain yang menyertainya. WordPress dengan Bahasa Indonesia ada berkat kerja para kontributor di
Indonesia yang dipimpin oleh Huda Toriq, seorang Mahasiswa Kedokteran dari Universitas Diponegoro (UNDIP)
Semarang.
Berikut ringkasan perbedaan dalam penggunaan WordPress.com dan WordPress.org:
  WordPress.com: untuk pengguna yang ingin membuat blog sendiri secara cepat dan punya alamat website.
  WordPress.org: untuk pengguna yang ingin memodifikasi WordPress menurut kebutuhan sendiri atau ingin membuat blog menggunakan alamat dan server sendiri.
Keunggulan dan Fitur WordPress
Tampilan Administrasi WordPress 3.3
WordPress memiliki banyak keunggulan dan fitur untuk dunia blog, antara lain :
»Gratis. Untuk mendapatkan perangkat lunak WordPress hanya perlu mengunduh dari situsnya tanpa dipungut biaya, bahkan untuk blog komersial sekalipun.
»Berbasis kode sumber terbuka (open source). Pengguna dapat melihat dan memperoleh barisan kode-kode penyusun perangkat lunak WordPress tersebut secara bebas, sehingga pengguna tingkat lanjut yang memiliki kemampuan pemrograman dapat bebas melakukan modifikasi, bahkan dapat mengembangkan sendiri program WordPress tersebut lebih lanjut sesuai keinginan.
»Templat atau desain tampilannya mudah dimodifikasi sesuai keinginan pengguna. Sehingga apabila pengguna memiliki pengetahuan HTML yang memadai, maka pengguna tersebut dapat berkreasi membuat template sendiri. Pengguna yang tidak mengerti HTML, tentu saja masih dapat memilih ribuan template yang tersedia di internet secara bebas, yang tentu saja gratis.
»Pengoperasiannya mudah.
»Satu blog WordPress, dapat digunakan untuk banyak pengguna (multi user). Sehingga WordPress juga sering digunakan untuk blog komunitas. Anggota komunitas tersebut dapat berperan sebagai kontributor.
»Jika pengguna sebelumnya telah mempunyai blog tidak berbayar, misalnya di alamat Blogger, LiveJournal, atau TypePad, pengguna dapat mengimpor isi blog-blog tersebut ke alamat hosting blog pribadi yang menggunakan perangkat lunak WordPress. Dengan demikian pengguna tidak perlu khawatir isi blog yang lama akan menjadi sia-sia setelah menggunakan perangkat lunak WordPress.
»Selain pengguna yang banyak, banyak pula dukungan komunitas (community support ) untuk WordPress.
»Tersedia banyak plugin yang selalu berkembang. Plugin WordPress sendiri yaitu sebuah program tambahan yang bisa diintegrasikan dengan WordPress untuk memberikan fungsi-fungsi lain yang belum tersedia pada instalasi standar. Misalnya plugin anti-spam, plugin web counter, album foto.
»Kemampuan untuk dapat memunculkan XML, XHTML, dan CSS standar.
»Tersedianya struktur permalink yang memungkinkan mesin pencari mengenali struktur blog dengan baik.
»Kemungkinan untuk meningkatkan performa blog dengan ekstensi.
»Mampu mendukung banyak kategori untuk satu artikel. Satu artikel dalam WordPress dapat dikatogorisasikan ke dalam beberapa kategori. Dengan multikategori, pencarian dan pengaksesan informasi menjadi lebih mudah.
»Fasilitas Trackback dan Pingback. Juga memiliki kemampuan untuk melakukan otomatis Ping (RPC Ping) ke berbagai search engine dan web directory, sehingga website yang dibuat dengan WordPress akan lebih cepat ter index pada search engine.
»Fasilitas format teks dan gaya teks. WordPress menyediakan fitur pengelolaan teks yang cukup lengkap. Fitur – fitur format dan gaya teks pada kebanyakan perangkat lunak pengolah kata seperti cetak tebal, cetak miring, rata kanan, rata kiri, tautan tersedia di WordPress.
»Halaman statis (Halaman khusus yang terpisah dari kumpulan tulisan pada blog).
»Mendukung LaTeX.
»Mempunyai kemampuan optimalisasi yang baik pada Mesin Pencari (Search Engine Optimizer)
Versi rilis
Para pengembang inti WordPres saling berbagi layaknya membuat komposisi
musik jazz , dan setiap rilis diberikan sebutan (nama) dalam rangka penghormatan kepada para musisi jazz tersebut dengan segala penghormatan dan pujian.
  Namun ada tiga rilisan sebelum versi 1.0 yang tidak mereka beri sebutan dan hanya menyertakan versinya saja. Berikut daftar versi, tanggal rilis dan nama sandi yang berasal dari nama musisi jazz:
Versi Nama sandi dan Tanggal rilis
0.7 tidak ada 27 Mei 2003
b2/c mela peno rilis t 0.6.
1.2 Mingus 22 Mei 2004
1.5 Strayhorn 17 Februari 2005
2.0 Duke 31 Desember 2005
2.1 Ella 22 Januari 2007
2.2 Getz 16 Mei 2007
2.3 Dexter 24 September 2007
2.5 Brecker 29 Maret 2008
2.6 Tyner 15 Juli 2008
2.7 Coltrane 11 Desember 2008
2.8 Baker 10 Juni 2009
2.9 Carmen 19 Desember 2009
3.0 Thelonious 17 Juni 2010
3.1 Reinhardt 23 Februari 2011
3.2 Gershwin 4 Juli 2011
3.3 Sonny 12 Desember 2011
3.4 Green 13 Juni 2012
3.5 Elvin 11 Desember 2012
3.6 Oscar 1 Agustus 2013
3.7 Basie 24 Oktober 2013
3.8 Parker 12 Desember 2013
3.9 Smith 16 April 2014
4.0 Benny 4 September 2014
4.1 Dinah 18 December 2014
Setelah merilis WordPress 3.0, Matt Mullenweg memperbarui blog WordPress untuk memberitahu komunitas bahwa timnya akan menghentikan siklus rilis dari perangkat lunak WordPress untuk fokus pada perluasan dan peningkatan komunitas WordPress. WordPress 3.1 selanjutnya dirilis pada Februari 2011. Dengan versi 3.2 yang dirilis 4 Juli 2011, persyaratan versi PHP dan versi MySQL minimum dinaikkan.
WordPress dan WordCamp di Indonesia
WordCamp merupakan konferensi yang fokus pada hal-hal yang berhubungan dengan WordPress. WordCamp menjadi acara resmi yang diselenggarakan oleh masyarakat pengguna WordPress. Setiap pengguna baik pengguna akhir (end user) maupun pengembang dapat berpartisipasi dalam WordCamp. Semua saling berbagi ide, dan mengenal satu sama lain. WordCamp terbuka bagi pengguna WordPress.com dan juga WordPress.org.
Valent Mustamin selaku salah satu penyelenggara WordCamp 2010 di Indonesia menjelaskan bahwa berdasarkan data WordPress, Jakarta memiliki jumlah pengunjung halaman yang unik (unique visitor) sebanyak 5.971.919. Jakarta menjadi kota nomor satu di dunia untuk jumlah pengunjung dan meningkat dibandingkan tahun 2009 . Di bawah Jakarta terdapat Sao Paulo dengan 3.627.353 pengunjung unik ; London dengan 3.106.790; dan Meksiko dengan 2.388.013.
Sedangkan penggunaan Bahasa Indonesia menempati peringkat ke-empat sebagai bahasa terbanyak yang digunakan di platform penerbitan konten internet WordPress. Hingga Mei 2013 , sebanyak 3,5 persen konten yang ada di WordPress ditulis dalam bahasa Indonesia. Peringkat pertama; bahasa Inggris mendominasi dengan 66 persen, lalu diiikuti bahasa Spanyol sebesar 8,7 persen, dan bahasa Portugis 6,5 persen.
Pada Januari 2010, WordPress merekam tingkat kunjungan ke situs WordPress di beberapa negara. Posisi nomor satu masih ditempati oleh
Amerika dengan jumlah pengunjung halaman yang unik dengan 91.984.365, disusul dengan Brasil 22.379.967,
Inggris dengan 13.593.967 dan Kanada dengan 10.896.310.

Apa Itu WordPress ?

Bahasa Manusia

Arti Bahasa – Menurut KBBI, hakikat adalah intisari atau dasar, sedangkan arti dari bahasa ialah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Menurut wikipedia,  bahasa (dari bahasa Sanskerta भाषा, bhāṣā) adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh, dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, dan sebuah bahasa adalah contoh spesifik dari sistem tersebut.


Pengertian/Definisi Bahasa Menurut Para Ahli

1. Pengertian Bahasa Menurut Tarigan

Menurut Tarigan, ada dua pengertian bahasa :

bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, juga untuk sistem generatif.

bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.

2. Pengertian Bahasa Menurut Mackey

Menurut Mackey, bahasa  adalah suatu bentuk  atau sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem.

3. Pengertian Bahasa Menurut Keraf

Menurut Keraf , bahasa memiliki dua pengertian sebagai berikut:

bahasa merupakan alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.

4. Pengertian Bahasa Menurut Owen

Menurut Owen, bahasa dapat didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan.

5. Pengertian Bahasa Menurut Soejono/Sujono

Menurut  Soejono ,bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.

6. Pengertian Bahasa Menurut Santoso

Menurut Santoso, bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.

7. Pengertian Bahasa Menurut Wibowo

Menurut Wibowo, bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.

8. Pengertian Bahasa Menurut Walija

Menurut Walija, bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang lain.

9. Pengertian Bahasa Menurut Syamsuddin

Menurut Syamsuddin, ada dua pengertian bahasa:

bahasa adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi.

bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.

10. Pengertian Bahasa Menurut Pangabean

Menurut Pengabean,  bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf.

Hakikat Bahasa Menurut Para Ahli

1. Hakikat Bahasa Menurut Brown

bahasa adalah suatu sistem yang sistematik, barang kali juga untuk sistem generatif bahasa adalah seperangkat lambang-lambang arbitrari (dipilih secara acak tanpa alasan) lambang-lambang tersebut, terutama sekali bersifat vokal tetapi mungkin juga bersifat visual, lambang-lambang itu mengandung makna konvensional, bahasa dipergunakan sebagai alat komunikasi, bahasa beroperasi dalam suatu masyarakat bahasa atau budaya, bahasa pada hakikatnya bersifat kemanusiaan, walaupun mungkin tidak terbatas pada manusia sahaja, bahasa diperoleh semua orang/bangsa dengan cara yang hampir/banyak persamaan dan bahasa dan belajar bahasa mempunyai ciri kesejagatan.

2. Hakikat Bahasa Menurut Harimurti Kridalaksana

Hakikat bahasa menurut Harimurti Kridalaksana adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.

3. Hakikat Bahasa Menurut Abdul Chaer Dan Leonie Agustina

Abdul Chaer dan Leonie Agustina menyebutkan yaitu sebuah sistem, artinya, bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan.

4. Hakikat Bahasa Menurut Tarigan

bahasa adalah suatu sistem

bahasa adalah vokal

bahasa tersusun daripada lambang-lambang arbitrari

setiap bahasa bersifat unik

bahasa dibangun daripada kebiasaan-kebiasaan

bahasa ialah alat komunikasi

bahasa berhubungan erat dengan tempatnya berada

bahasa itu berubah-ubah.

Sifat-sifat Bahasa

Bahasa merupakan alat komunikasi yang mengandung beberapa sifat yakni sistematik, mana suka, ujar, manusiawi, dan komunikatif.

1. Sistematik

Dalam setiap bahasa ada dua sistem yaitu sistem bunyi dan makna. Bunyi merupakan sesuatu yang bersifat fisik yakni bisa ditangkap oleh panca indra. Hanya bunyi-bunyi tertentu yang dapat diklasifikasikan sebagai simbol sebuah kata yaitu bunyi yang dapat digunakan atau digabungkan dengan bunyi lain sehingga membentuk satu kata.

Jika sebuah tanda fisik diberi/atau makna tertentu mewakili tertentu maka tanda tersebut disebut lambang. Lambang ini menjadi isi yang terkandung dalam arus bunyi sehingga menimbulkan reaksi. Bunyi lah yang merangsang panca indra sehingga ada reaksi. Bunyi yang menimbulkan reaksi disebut ujaran.

2. Mana suka

Bahasa disebut mana suka karena unsur-unsur bahasa dipilih secara acak tanpa dasar. Tidak ada hubungan logis antara bunyi dan makna yang disimbolkannya. Sebagai contoh, penyebutan manusia yang lahir disebut bayi, untuk remaja disebut ABG, anak perempuan dewasa disebut gadis/cewek, orang yang sudah menikah dan punya anak atau belum disebut bapak/ibu, orang tua yang sudah punya cucu disebut kakek/nenek.

3. Ujaran

Bahasa disebut ujaran karena media bahasa yang terpenting adalah bunyi walaupun kemudian ditemui juga media tulisan dan isyarat lainnya.

4. Manusiawi

Bahasa disebut manusiawi karena bahasa menjadi berfungsi selama manusia yang memanfaatkannya, jadi bukan makhluk lainnya.

5. Komunikatif

Bahasa disebut alat komunikasi karena fungsi bahasa sebagi penyatu keluarga, masyarakat, dan bangsa dalam berbagai kegiatan.

Unsur-unsur bahasa

Bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi antaranggota masyarakat terdiri dari 2 unsur utama yakni bentuk (arus ujaran) dan makna (isi).

1. Bentuk

Bentuk merupakan bagian yang dapat diserap oleh unsur panca indra (membaca dan menulis). Bagian ini terdiri dari dua unsur yakni segmental dan suprasegmental. Unsur segmental secara hierarkis dari segemen yang paling dasar sampai yang terkecil, yaitu wacana, paragraf, kalimat, frasa, kata, morfem, dan fonem.

Unsur suprasegmental terdiri dari intonasi. Unsur-unsur intonasi adalah; tekanan (keras, lembut ujaran), nada (tinggi rendah ujaran), durasi (panjang pendek waktu pengucapan), dan perhentian (yang membatasi arus ujaran).

2. Makna

Makna adalah isi yang terkandung dalam bentuk di atas. Sesuai dengan urutan bentuk dari segmen terbesar sampai terkecil, makna pun dibagi berdasarkan hierarki tersebut, yakni makna morfemis ( makna imbuhan ), makna leksikal ( makna kata), dan makna sintaksis ( makna frasa, klausa, dan kalimat ), serta makna wacana yang disebut tema.

Pentingnya Bahasa Dalam Kehidupan

Manusia tidak dapat lepas dari bahasa. Terbukti dari penggunaannya untuk percakapan sehari-hari, tentu ada peran bahasa yang membuat satu sama lain dapat berkomunikasi, saling menyampaikan maksud. Tak hanya dalam bentuk lisan, tentu saja bahasa juga digunakan dalam bentuk tulisan.

Pemikiran seseorang tentunya akan lebih mendapat pengakuan ketika sudah “dituliskan” sehingga orang lain yang membaca akan mengetahui apa yang ingin disampaikan seorang penulis. Pada dasarnya seluruh kegiatan manusia akan sangat berkaitan erat dengan bahasa. Entah sekedar bercakap-cakap dengan teman, atau dalam kegiatan formal seperti sekolah, kuliah bahkan dalam pekerjaan. Filsafat juga tidak dapat lepas dari bahasa. Banyak filsuf yang justru mengawali pemikirannya dari problem bahasa. Tentunya bahasa disini bukan berarti sekedar mempelajari tata gramatikal bahasa ataupun bahasa asing, melainkan bagaimana pengertian seseorang dapat terpengaruh ‘hanya’ dari penggunaan kata-kata atau pemikiran. Sangat penting untuk dapat tetap berpikir kritis dalam mengerti ucapan seseorang maupun teks. Teori-teori yang berkembang dalam filsafat bahasa inilah yang kemudian menjadi alat bagi setiap orang untuk dapat lebih mengeksploitasi sebuah pemikiran, baik yang terucapkan maupun dalam bentuk teks.Mungkin akan terkesan “ah, bahasa kan sama saja dengan perbincangan sehari-hari, apa susahnya sih? Toh, ucapan-ucapan itu bisa saja mudah dimengerti.” Memang kesannya bahasa tidak ada kaitannya dengan filsafat. Tapi Bahasa ternyata tidak hanya mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dengan orang lain, tetapi juga dapat menjadi hal yang kompleks. Sebuah perjanjian antar negara juga menggunakan bahasa yang disepakati pihak-pihak yang terkait agar tercapai kesepakatan. Tanda-tanda yang hadir dalam kehidupan kita sehari-hari juga bagian dari bahasa. Contoh, rambu-rambu lalu lintas tentu akan sangat tidak efisien jika dituliskan dalam bentuk huruf.

Para pengguna jalan tentu tidak akan sempat membaca tulisan-tulisan itu. Karena itu untuk mempermudah, dibuat simbol-simbol yang dikonvensikan dan dimengerti masyarakat. Lalu bagaimana dengan bahasa isyarat?

Ada orang-orang yang tentu tidak dapat menggunakan bahasa verbal, karen itu dibuatlah kode-kode khusus agar komunikasi tetap dapat berjalan dengan baik. Dan banyak kode-kode khusus lain yang dibuat untuk mempermudah menyampaikan sebuah pesan. Bahasa verbal pun ternyata tidak dapat diartikan secara harafiah begitu saja.

Ada kalanya sebuah teks atau percakapan akan menggunakan ‘kode-kode’ penyampaian. Misalkan dalam bahasa puisi. Ataupun politikus-politikus yang menggunakan kiasan-kiasan ketika berpidato atau sekedar menjawab pertanyaan-pertanyaan. Dari banyaknya peran bahasa ini, kita dapat melihat bahwa mengerti bahasa bukan hal yang mudah. Harus ada kekritisan dalam menerjemahkan sebuah pesan. Inilah pentingnya peran interpretasi. Tanpa interpretasi, tentunya semua akan mengalir dengan datar. Nampak membosankan bukan jika puisi ditulisakan sama dengan percakapan sehari-hari. Justru simbol-simbol yang ada semakin memperindah penggunaan bahasa. Kudera dalam bukunya The Art of Novel mengatakan bahwa manusia akhir-akhir ini memiliki kecenderungan ‘malas’ menginterpretasi segala sesuatu. Semakin maju perkembangan zaman, manusia justru semakin terlihat pasrah menerima begitu saja segala sesuatu yang hadir. Tak ada keinginan untuk mengartikan tanda-tanda disekitarnya. Akibatnya, keberagaman hidup semakin berkuran.

Ada kesan ingin menyeragamkan segalanya. Menyedihkan sekali jika suatu saat semua orang menjadi ‘robot’ yang tidak memiliki keunikan masing-masing. Hal ini terjadi akibat hilangnya sense seseorang untuk berani memaknai teks.

Ada tiga tipe orang-orang yang dianggap sebagai iblis pematian makna. Tipe pertama adalah orang-orang yang selalu menertawakan ide-ide baru. Tipe-tipe oang semacam ini yang seringkali menjatuhkan mental seseoarang yang ingin menyampaikan ide baru, dan tentu saja seperti oang-orang konservatif, mereka tidak menginginkan perubahan. Tipe yang kedua adalah orang-orang yang tidak mau mengartikan bahasa dan tanda yang ada, ibarat umat yang ‘dibodohi’ oleh nabinya, mereka menurut begitu saja pada dogma yang disampaikan oleh sang nabi. Hal ini sangat berbahaya terutama bagi kreatifitas. Tanpa imajinasi tentunya tidak akan ada keberagaman hidup. Dan tipe yang terakhir adalah tipe orang-orang yang hanya meniru yang sudah ada. Ketiga tipe inilah yang seharusnya dihindari oleh setiap orang agar perkembangan bahasa, tanda, dan pemaknaan menjadi lebih beragam.Filsafat mencoba membawa bahasa pada pembahasan yang lebih kritis.

Ada beberapa poin yang dapat dikaitkan dengan bahasa. Antara lain dengan

– akal, yang sangat erat dengan logika.

– Makna dan interpretasi, yang merupakan bagian yang sudah melekat dengan bahasa.

– Konvensi, karena tanpa konvensi bahasa tidak ada artinya karena tidak dimengerti oleh semua orang.

– Dimensi bahasa obyektif, dapat dimengerti oleh semua untuk mengatasi ruang dan bersifat universal dan ilmiah.

– Intertekstualitas, bagaimana teks-teks lain saling mempengaruhi pemahaman seseorang.

Dan dari sinilah kita kemudian dapat mencoba menganalisa sebuah teks atau tanda dengan aliran-aliran yang berkembang dari filsafat bahasa

Pentingnya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-hari Arti, Manfaat Serta Masalah

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.

Selain itu dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar personal maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan mencegah konflik dalam lingkungan masyarakat.Dalam hubungan bilateral antar negara diperlukan juga komunikasi yang baik agar hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Contoh Manfaat komunikasi adalah dalam hubungan bilateral antar negara, seperti yang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia. Dengan adanya komunikasi yang terjalin dengan baik maka timbul kerjasama dalam berbagai bidang yang mana berdampak positif bagi kedua negara tersebut.

Sebaliknya, Miss Communication (terjadinya kesalahan dalam salah satu proses komunikasi) akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan atau misi yang hendak di capai. Seperti yang terjadi dalam hubungan Indonesia dengan Australia, dimana pihak Australia menganggap pernyataan Indonesia mengenai “Negara Bebas Teroris” di terjemahkan oleh Australia sebagai “Indonesia Gudang Teroris”. Hal ini menyebabkan dampak yang kurang baik dalam hubungan kedua negara tersebut.

Dari kedua contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa komunikasi sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Contoh lain dalam pendidikan seperti hubungan dosen dengan mahasiswa,dengan adanya komunikasi,maka kegiatan belajar- mengajar akan berlangsung dengan baik dan lancar.

Pentingnya Bahasa

Membunuh Bahasa, Membunuh Sejarah Peradaban Masyarakat Pemiliknya

Pentingnya Bahasa

Andaikan dunia ini sudah sama dengan keinginan manusia, referensi itu tidak akan pernah ada. Tapi, sayangnya dunia tidak pernah sama dengan keinginan manusia. Mengapa dunia tidak menyerupai keinginan manusia? Karena dari diri manusia sendiri, dunia itu tak mempunyai makna. Sebagai manusia, tak dapat menanggung sesuatu yang tanpa makna. Bahkan menyelidiki sesuatu yang tanpa makna pun sudah merupakan upaya untuk memberi makna. Bahasa tak lain dan tak bukan hadir untuk menanggapi dunia yanAndaikan dunia ini sudah sama dengan keinginan manusia, referensi itu tidak akan pernah ada. Tapi, sayangnya dunia tidak pernah sama dengan keinginan manusia. Mengapa dunia tidak menyerupai keinginan manusia? Karena dari diri manusia sendiri, dunia itu tak mempunyai makna. Sebagai manusia, tak dapat menanggung sesuatu yang tanpa makna. Bahkan menyelidiki sesuatu yang tanpa makna pun sudah merupakan upaya untuk memberi makna. Bahasa tak lain dan tak bukan hadir untuk menanggapi dunia yang tanpa makna, dan menjadi sesuatu yang menyerupai kehendak manusia. Dengan bahasa manusia memberi jawaban atas sesuatu yang dianggap kurang atau tidak menyerupainya.

Untuk menjalankan tugas kemanusiaan itu, manusia hanya punya satu alat, yakni bahasa. Dengan bahasa, manusia dapat mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan. Sesuatu yang sudah dirassakan sama dan serupa dengan dengannya, belum tentu terasa sebagai serupa, karena belum terungkap dan diungkapkan. Hanya dengan bahasa, manusia dapat membuatnya terasa nyata dan terungkap.

Kebanyakan manusia lupa akan misteri dan kekuatan bahasa. Mereka lebih percaya pada pengetahuan dan pengalamannya. Padahal semua itu masih mentah dan belum nyata, bila tidak dinyatakan dengan bahasa. Jadi, jangan pernah mengira bahwa bahasa itu mudah. Sebelum menyatakan dengan bahasa, manusia harus menggulati pengetahuannya dengan bahasa. Sering terjadi, dalam pergulatannya itu kalah. Manusia merasa tahu dan mengerti, merasa mengalami dan sadar, tapi semuanya itu tidak dapat di ungkapan, artinya bahwa bahasa tak membantunya untuk menyatakan semua keinginannya. Akhirnya, semuanya tinggal sebagai kegelapan dan kebawahsadaran, padahal pikiran manusia merasa tenang dan sadar tentang pengetahuan tersebut. Untuk itu, bahasalah sebagai sarana pencerahan bagi kegelapan manusia.

Di antara semua bentuk simbol, bahasa merupakan simbol yang paling rumit, halus dan berkembang. Kini manusia telah sepakat bersama, dalam kesalingbergantungannya selama berabad-abad, untuk menjadikan berbagai suara yang mereka ciptakan dengan paru-paru, tenggorokan, lidah, gigi, dan bibir, secara sistematis mewakili peristiwa-peristiwa dalam sistem-sistem saraf mereka, sehingga bahasa disebut sebagai sistem kesepakatan-kesepakatan.

Sebagai sistem kognisi, bahasa dengan sistem gramatikal, bunyi serta tata tulisnya itu, dipahami sebagai sumber daya dan kekayaan mental yang setelah dipelajari, ada dalam diri manusia dan masyarakat. Sistem bahasa (langue) yang abstrak itu merupakan permilikan (property) bersama dan ada dalam kesadaran kolektif masyarakat tutur. Permilikan itu digunakan secara nyata dalam bentuk tuturan dan tulisan (parole) dalam wujudnya sangat bervariasi, baik variasi bentuk maupun nuansa makna dalam konteks penuturan.

Secara ontologis hakikat keberadaan bahasa tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Hakikat makna bahasa dan keberadaan bahasa senantiasa memproyeksikan kehidupan manusia yang sifatnya tidak terbatas dan kompleks. Dalam konteks proyeksi kehidupan manusia, bahasa senantiasa digunakan secara khas dan memiliki suatu aturan permainan tersendiri. Untuk itu, terdapat banyak permainan bahasa dalam kehidupan manusia, bahkan dapat dikatakan tidak terbatas, dan nantara tata permainan satu dengan lainnya tidak dapat dintentukan dengan suatu aturan yang bersifat umum. Namun demikian, walaupun terdapat perbedaan adakalanya terdapat sutau kemiripan, dan hal ini sulit ditentukan secara secara definitif dan pasti. Meskipun orang tidak mengetahui secara persis sebuah permainan bahasa tertentu, namun ia mengetahui apa yang harus diperbuat dalam suatu permainan. Oleh karena itu, untuk mengungkapkan hakikat bahasa dalam kehidupan manusia dapat dilaksanakan dengan melakukan suatu deskripsi serta memberikan contoh-contoh dalam kehidupan manusia yang digunakan secera berbeda.

Sebagian orang berpendapat bahwa bahasa sebagai sesuatu yang kita lakukan untuk orang lain; sebuah permainan dari simbol verbal yang didasarkan dengan rasa indera kita (pencitraan). Sebagai sistem mediasi, bahasa tidak hanya menggambarkan cara pandang manusia tentang dunia dan konsepsinya, tetapi juga membentuk visi tentang realitas.

Pandangan di atas, merajut pada pemikiran bahwa dengan melukiskan bahasa sebagai penjelmaan pikiran dan perasaan, yaitu budi manusia, maka bahasa itu mendapat arti jauh lebih tinggi daripada sistem bunyi atau fonem. Oleh karena itu budilah yang melahirkan kebudayaan, maka bahasa sebagai penjelmaan daripada budi itu adalah cerminan selengkap-lengkapnya dan sesempurna dari kebudayaan.

Perhatian terhadap kelompok-kelompok minoritas ini sekarang telah menjadi betapa penting dengan adanya kontak antarbudaya, namun diasumsikan bahwa komunikasi antabudaya itu sangat sulit. Hal ini disebabkan karena jika bahasa sebagai sistem bunyi gagal mengendap dalam kantong-kantong budaya, maka masyarakat pun gagal untuk memahami dan dipahami dalam konteks komunikasi antarbudaya.

Bahasa menuju identitas yang beradab

Masyarakat lokal yang beragam telah lama memiliki identitas yang jelas dengan bingkai sentimen primordial (agama, etnis, bahasa dan lain-lain). Bahasa sebagai identitas atau jati diri telah membangun nilai-nilai, norma, dan simbol-simbol ekspresif menjadi ikatan sosial untuk membangun solidaritas dan kohesivitas sosial. Bagi masyarakat lokal, identitas adalah “harga diri” dan “senjata” untuk menghadapi kekuatan luar lewat simbol-simbol bahasa dan budaya. Nilai, norma dan simbol-simbol ekspresif yang terkandung dalam identitas lokal memberikan justifikasi bagi tindakan-tindakan di masa lalu, menjelaskan tindakan masa sekarang dan pedoman untuk menyeleksi pilihan-pilihan masa depan.

Tetapi identitas lokal termasuk didalamnya bahasa telah lama hancur atau musnah karena intervensi negara lewat pendekatan reseptif dan formasi negara yang hirarkis-sentralistik. Negara membangun integrasi lewat penghancuran identitas lokal dan penghisapan sumber daya lokal. Hasilnya adalah kemanan, stabilitas, ketertiban dan integritas yang tidak otentik. Ketika identitas lokal hancur, masyarakat lokal yang menjadi terdakwa dalam proses ini. Mestinya yang menjadi terdakwa dalam proses ini adalah Pemerintah pusat dan elit nasional yang sekaligus sebagai dalangnya. Elit lokal juga menjadi terdakwa atas gagalnya membangun identitas lokal yang beradab. Elit lokal selama ini mempolitisir sentimen etnisitas dan isu-isu putra daerah, akibatnya bahasa daerah (lokal) tereliminasi hingga ke proses genosida.

Perang Bahasa

Menurut Gerard Bibang, seorang pemerhati bahasa asal Belanda mengatakan bahwa bahasa tak ada bedanya dengan alur kehidupan manusia. Sejak dulu kala, bahsa lahir, hidup, dan lenyap dengan masyarakat pemiliknya. Ini wajar-wajar saja. Misalnya dewasa ini, lenyapnya bahasa-bahasa itu amat cepat. Gejala ini, ternyata merupakan salah satu akibat dari apa yang disebut dengan “Peperangan Bahasa”. Sekitar 6.000 bahasa besar di seluruh dunia terancam punah dalam waktu yang tidak terlalu lama. Keanekaan bahasa sebagai bagian dari warisan keanekaan kebudayaan umat manusia, juga terancam punah.

Mungkinkah manusia tanpa kebudayaan, atau kebudayaan tanpa manusia? Kebudayaan adalah produk khas manusia. Ancaman terhadap bahasa adalah ancaman kebudayaan. Ancaman kebudayaan adalah ancaman terhadap manusia. Apakah manusia akan hidup dalam kebudayaan monolingual? Idealkah bila hanya ada satu bahasa universal di dunia, dengan demikian mengabaikan keanekaan bahasa yang telah lama menjadi citra budaya umat manusia sepanjang zaman?

Para ahli bahasa memperkirakan bahwa tidak satu pun bahasa mampu bertahan jika tidak didukung oleh 100 ribu orang pemakainya. Dewasa ini diseluruh dunia setengah dari 6.000 bahasa bahkan lebih, digunakan oleh kurang dari 10 ribu orang pemakainya. Seperempatnya digunakan oleh ratusan juta pemakainya. PuPara ahli bahasa memperkirakan bahwa tidak satu pun bahasa mampu bertahan jika tidak didukung oleh 100 ribu orang pemakainya. Dewasa ini diseluruh dunia setengah dari 6.000 bahasa bahkan lebih, digunakan oleh kurang dari 10 ribu orang pemakainya. Seperempatnya digunakan oleh ratusan juta pemakainya. Punahnya bahasa bukan fenomena baru lagi. Sejak munculnya bermacam-macam bahasa, paling kurang 3000, bahkah lebih hampir setengah juta darinya punah tanpa bekas. Bahasa umumnya bertahan dalam rentang waktu yang relatif singkat, dengan tingkat kepunahan yang semakin tinggi.

Hasil penelitian yang tertuang dalam “6000 Languages: an Embattled Heritage” yang termuat dalam Index April 2000. Yang menjadi pertanyaannya dalah mengapa bahasa-bahasa punah di saat masyarakat penggunanya dijajah oleh suku atau bangsa yang lebih berkuasa dan berpengaruh?. Kolonialisme telah melenyapkan sekurangnya 15 % bahasa yang digunakan saat kolonial itu berlangsung. Lebih dari 300 tahun, Eropa kehilangan banyak sekali bahasa. Di Australia dan Afrika yang tertinggal hanya 200 dari 250 bahasa di akhir abad ke-18. Di Brasilia, sekitar 540 bahasa atau sekitar tiga perempat dari jumlah seluruhnya punah sejak penjajahan portugal tahun 1530. Di Amerika Utara, 200 bahasa Indian-Amerika yang sekarang digunakan di Amerika Serikat dan Kanada berada dalam bahaya kepunahan. Di Asia Tenggara, sekitar 40 dari 600-700 bahasa yang masing-masing digunakan oleh pemakainya banyak ditentukan oleh kebijakan pemerintahnya masing-masing. Di Asia Timur, hanya 6 bahasa dari 47 bahasa yang memiliki peluang bertahan terhadap pengaruh bahasa Rusia, 20 bahasa lainnya hampir punah, 8 bahasa sudah sekarat dan 13 bahasa lainnya dalam keadaan bahaya “kritis”.

Menurut Summer Institute of Linguistics (SIL) dalam Bibang (20043), yang berusaha mempertahankan bahasa-bahasa minoritas, hanyalah 3 % dari 6000 bahasa dunia di Eropa. Padahal setengah dari bahasa-bahasa itu digunakan di kawasan Asia Pasifik, terutama di Pulau Papua (Papua New Guinea dan West Papua/Irian Jaya), yang memiliki seperenam bahasa dunia. Keanekaan bahasa tidak selaras dengan tingkat kepadatan penduduk. 96 % bahasa digunakan oleh hanya 4 % penduduk dunia dan lebih dari 80 % dari bahasa-bahasa itu bersifat endemis, misalnya terikat dengan satu suku, ras atau negara.

Kecenderungan ini membuat para ahli semakin kuat memperkirakan sekitar 95 % dari bahasa-bahasa yang sekarang masih hidup, akan punah dengan sendirinya.Setiap tahun belakangan ini, ada 10 bahasa yang lenyap. Beberapa ahli malah memperkirakan, 50-90 % bahsa yang digunakan dewasa ini akan punah juga di abad ini. Kalau mau mempertahankan sebuah bahasa, maka minimal pemakainya adalah 100.000 orang. Untuk menghindari dari proses peperangan bahasa ini, maka bahasa-bahasa lokal harus dibiarkan tetap hidup dan berkembang sesauai dengan alamnya. Jika tidak, kita turut memberikan andil mempercepat pembunuhan bahasa-bahasa lokal. Itu berarti, membunuh sejarah perdaban dan eksistensi masayarakat pemakainya. Semoga ini menjadi bahan renungan semua orang yang mengerti dan tahu betapa pentingnya bahasa.

Merebut Makna, Belajar Bahasa Kehidupan

DALAM bahasa yang kita gunakan, kata Ludwig Wittgenstein, ahli filsafat bahasa dari Austria, tersirat suatu orientasi hidup yang bukan saja mencakup konsep yang kita anut mengenai sekitar, melainkan juga perasaan, nilai, pikiran, kebudayaan, hingga takhayul. Bahasa amat penting. Ialah yang menentukan hubungan dan pergaulan dalam segala segi di masyarakat.

Dengan bahasa kita dapat menyembunyikan dan mengungkap pikiran, dengan bahasa pula kita mencipta dan menyudahi konflik. Karena bahasa, kita menyerahkan cinta dan dengannya pula kita mengumumkan perang. Singkatnya, bahasa adalah petunjuk kehidupan dan gambaran dunia kita. Padanya ditemukan analisis objektif kehidupan kita.

DENGARKAN laporan dan berita di televisi, bising ujaran di kampus, dan saksikan kemampuan baca tulis di hampir semua lapisan. Kalimat yang tidak koheren, ejaan seraDENGARKAN laporan dan berita di televisi, bising ujaran di kampus, dan saksikan kemampuan baca tulis di hampir semua lapisan. Kalimat yang tidak koheren, ejaan serampangan, pilihan kata yang bersalahan sampai ke kisah yang tidak berkembang dan mudah ditebak apalagi tidak imajinatif, ditemukan di banyak terbitan. Buku yang amat diminati, bahkan dipenuhi bahasa lisan.

Deskripsi-deskripsi serupa ini, “Seharian di rumah terus, keluar rumah kalo kuliah aja. Kalo nggak ada kuliah? Ya ngurung diri di kamar masing-masing. Kalo nggak belajar, ya tidur. Seringnya malah belajar sambil ketiduran. Aneh juga, ya? Nggak biasanya anak kos yang centil-centil itu nggak bertingkah. Biasanya, begitu denger ada sale di mal atau ada pagelaran konser musik oke, hebohnya sejak dua bulan sebelumnya.” bagaimanapun, menunjukkan bahwa ada yang salah dengan-pengguna-bahasa Indonesia.

Tentu saja contoh itu tidak mungkin dipahami dengan cara pukul rata, apalagi dari satu segi saja. Sekilas contoh itu dapat diterima sebagai hasil pendidikan yang semrawut, dapat juga mewakili jiwa yang ingin bebas. Tampak ketidakpedulian, terasa pelecehan, dan keduanya memastikan bahwa bahasa Indonesia tidak dianggap penting juga tak berharga bagi pemiliknya. Tetapi, bila kita percaya pada bahasa sebagai buah pikiran, alat logika untuk meramu idiom demi penyampaian pikiran dan perasaan, cara berbahasa harus dikaitkan dengan kemampuan berpikir. Kecermatan dan kesantunan berbahasa dengan begitu, adalah cerminan nalar dan budaya seseorang.

Hal itu mengantar kita pada sekolah yang mendidik siswa mampu membaca dan menulis dalam pelajaran bahasa Indonesia. Apakah yang terjadi di sekolah? Apakah dengan semua upaya, dana, waktu, dan tenaga yang dicurahkan, kita hanya akan menuai kegagalan? Bagaimanakah caranya mengelola mata pelajaran bahasa Indonesia sehingga menarik dan dapat berbekas pada siswa? Adakah jalan sehingga dengan belajar bahasa siswa menemukan minat dan dengan begitu dapat mengembangkan potensinya apalagi menemukan jati dirinya?

Pertama, harus dipercaya, belajar bahasa yakni membaca, menulis, dan berbicara adalah bagian dari proses berpikir. Dengan bahasa, siswa dimampukan berpikir kalau boleh hingga ke tataran yang rumit karena tersedianya sebuah struktur untuk mengekspresikan dan mengenali hubungan antarkonsep dan dengan itu ia dapat berkomunikasi dengan sesamanya. Dalam pelajaran bahasa, siswa belajar tentang bagaimana berkomunikasi sambil mengenali cara berpikir yang sesuai budaya bahasa yang dipelajarinya. Karena itu, semua upaya di kelas dikerahkan untuk memampukan komunikasi dan menumbuhkan keterampilan berpikir kritis. Contoh keseharian tulisan membuktikan bahwa siswa tak biasa dan bisa berpikir. Bercakap dan berkomunikasi juga sulit bagi banyak orang. Hal yang sama tampak pula pada bacaan mereka.

Kedua, karena bahasa adalah pikiran dan perasaan yang lahir dari sebuah budaya dan dunia, maka siswa hanya akan terlibat dalam pelajaran bahasa kalau ia diperlakukan sebagai subyek, diizinkan masuk secara aktif dalam dunia yang sedang dibacanya, dan membuat bacaannya menjadi bagian dari dirinya. Inilah yang disebut Paulo Freire sebagai membaca dan menulis yang tumbuh dari gerakan dinamis “membaca dunia”, yaitu berbincang tentang pengalaman, berbicara bebas dan spontan, dan tidak memisahkan membaca dan menulis huruf dan kata dari membaca dan menulis kehidupan.

Ketiga, dengan kerendahan hati guru perlu menyadari pentingnya peningkatan pengetahuan tentang siswa, mengenai bahasa yang diajarkan dan harus diyakini, apalagi perihal kehidupan sebagai sumber dan alasan pentingnya berbahasa dan menjadi manusia. Guru perlu sabar dan toleran menghadapi dan menerima siswa dan senantiasa tak sabaran untuk memberikan yang terbaik. Dengan menyadari kompleksitas perkembangan siswa, para penentu keberhasilan diharapkan mengasihi siswanya secara afirmatif, sekaligus dapat menerima dan mendorongnya berbuat lebih banyak, yang membuatnya makin bertanggung jawab atas tugasnya. KualitaKetiga, dengan kerendahan hati guru perlu menyadari pentingnya peningkatan pengetahuan tentang siswa, mengenai bahasa yang diajarkan dan harus diyakini, apalagi perihal kehidupan sebagai sumber dan alasan pentingnya berbahasa dan menjadi manusia. Guru perlu sabar dan toleran menghadapi dan menerima siswa dan senantiasa tak sabaran untuk memberikan yang terbaik. Dengan menyadari kompleksitas perkembangan siswa, para penentu keberhasilan diharapkan mengasihi siswanya secara afirmatif, sekaligus dapat menerima dan mendorongnya berbuat lebih banyak, yang membuatnya makin bertanggung jawab atas tugasnya. Kualitas itu menguatkan guru untuk memotivasi siswa menginterpretasi bacaannya, merebut makna dan menulis ulang apa yang dibacanya, dan berubah karenanya.

SAYANG, Uji Coba Ujian Akhir Nasional Bahasa Indonesia SLTP 20 April 2003 lalu menunjukkan betapa pendidikan bahasa di Indonesia masih menganut konsep perbankan, karena ujian direkayasa melulu untuk memeriksa apa yang diterima siswa-yang dideposito para guru-apa yang mereka kunyah dan hafalkan. Soal pilihan ganda tentu meniscayakan pengetahuan tentang bahasa bukan keterampilan berbahasa.

Penyempitan makna, kalimat berobyek, kata ganti, keterangan kesalingan, hubungan pengandaian, makna akhiran, kalimat majemuk antara lain diujikan. Hal dilematis timbul saat siswa harus menentukan watak tokoh dalam karya sastra berdasarkan hanya satu alinea.

Sebuah karya terbitan tahun 30-an, tentang seorang tokoh berumur 27 tahun yang merisaukan jodohnya, sudah jelas jauh dari dunia anak SLTP. Dari ujian ini tampak kebutuhan siswa diabaikan, disangka berpikir alih-alih dibiarkan menebak, dan masih diperlukan cara melibatkan perasaan dan minat mereka.

Jadi, apakah yang dapat dilakukan, dan perubahan manakah yang diperlukan? Pusat pengajaran bahasa haruslah siswa, demi pemahaman, minat, dan kebutuhan mereka. Siswa penuh dengan bahasa dan amat gembira belajar. Kemampuan mereka mengonstruksi makna juga istimewa sehingga para pengajar bisa dengan mudah menjadi pembelajar ketika berhadapan dengan siswa. Karena yang utama dalam pelajaran bahasa adalah kebersatuan bacaan, tulisan, dan ujaran siswa dengan dunia yang hendak dikenalinya, maka guru perlu menjadi satu dengan siswa, punya kegirangan menjelajah mengenali kehidupan, ingin tahu dan suka berkelana.

Pengajaran bahasa dengan demikian adalah upaya melibatkan murid, yang tidak bisa diperlakukan melulu sebagai pelatihan teknis, tetapi harus menghubungkannya dengan perasaan, minat, dan kebutuhan mereka. Keberhasilannya tergantung dari partisipasi dalam dialog yang terencana.

Untuk itu, dua jam pertama setiap hari di sekolah hendaknya dipersembahkan untuk bahasa, dan sepanjang hari upaya bernalar, mempertimbangkan rasa dengan mengedepankan keperluan siswa menjadi utama. Karena membaca dan menulis adalah cara untuk menemukan arah dan arti, keindahan dan keintiman hidup yang dapat mencipta dan membangun kehidupan siswa. Hanya dengan mengajar bahasa dengan benar kita membantu anak mendapatkan haknya sebagai anggota keluarga umat manusia.

Bahasa

BAHASA menunjukkan cerminan pribadi seseorang. Karakter, watak, atau pribadi seseorang dapat diidentifikasi dari perkataan yang ia ucapkan. Penggunaan bahasa yang lemah lembut, sopan, santun, sistematis, teratur, jelas, dan lugas mencerminkan pribadi penuturnya berbudi. Sebaliknya, melalui penggunaan bahasa yang sarkasme, menghujat, memaki, memfitnah, mendiskreditkan, memprovokasi, mengejek, atau melecehkan, akan mencitrakan pribadi yang tak berbudi.

Tepatlah bunyi peribahasa, “bahasa menunjukkan bangsa”. Bagaimanakah sebenarnya tingkat peradaban dan jati diri bangsa tersebut? Apakah ia termasuk bangsa yang ramah, bersahabat, santun, damai, dan menyenangkan? Ataukah sebaliknya, ia termasuk bangsa yang senang menebar bibit-bibit kebencian, menebar permusuhan, suka menyakiti, bersikap arogan, dan suka menang sendiri.

Bahasa memang memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional. ssBahasa memang memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional. Begitu pentingnya bahasa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu suatu kebijakan yang berimplikasi pada pembinaan dan pembelajaran di lembaga pendidikan. Salah satu bentuk pembinaan yang dianggap paling strategis adalah pembelajaran bahasa Indonesia, bahasa Sunda, bahasa Jawa, dan bahasa lainnya di sekolah. Dalam KTSP, bahasa Indonesia termasuk dalam kelompok mata pelajaran estetika. Kelompok ini juga merupakan salah satu penyangga dari kelompok agama dan akhlak mulia. Ruang lingkup akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral.

Kelompok mata pelajaran estetika sendiri bertujuan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan itu mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mesyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

Tujuan rumpun estetika tersebut dijabarkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang bertujuan agar peserta didiknya memiliki kemampuan antara lain (1) berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis dan (2) menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial. Tujuan tersebut dilakukan dalam aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.

Pelajaran bahasa Indonesia telah eksis sejak dulu dari tingkat SD sampai PT. Di SD pelajaran ini mulai diberikan di kelas IV-VI, alokasinya 5 jam per minggu atau 15,63% dari total alokasi jam pembelajaran, SMP 4 jam atau 12,5%, di SMA kelas XI 4 jam atau 10,53%, kelas XI dan XII 4 jam atau 7,69%. Alokasi itu diperkuat lagi dengan pelajaran bahasa Sunda sebanyak 2 jam setiap minggunya. Di PT, bahasa Indonesia termasuk dalam MKDU, minimal 2 SKS. Ini menunjukkan bahwa kedudukannya dalam kurikulum pendidikan formal begitu utama dan strategis.

Ironisnya, eksistensi dan besarnya alokasi jam pelajaran bahasa Indonesia di sekolah saat ini belum memberikan kontribusi dan korelasi yang berarti terhadap tumbuhnya kesadaran penggunaan bahasa secara verbal yang lemah lembut, santun, sopan, sistematis, teratur, mudah dipahami, dan lugas. Pelajaran tersebut harus diakui belum mampu membangun nilai-nilai estetika dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mungkin salah satunya disebabkan pembelajarannya masih bersifat kurang komunikatif, dikotomis, artifisial, verbalistis, dan kognitif.

Kegagalan menanamkan pendidikan nilai melalui pembelajaran bahasa Indonesia ini tercermin pada perilaku berbahasa yang tidak mengindahkan nilai-nilai sopan santun. Kegagalan ini sedikit banyak telah memberi andil pada terjadinya tindak kekerasaan di masyarakat, perseteruan di tingkat elite, dan ikut memengaruhi terjadinya pelecehan terhadap nilai-nilai luhur yang dihormati bersama.

Menurut pakar bahasa, I. Pratama Baryadi dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, terdapat korelasi antara bahasa sebagai lambang yang memiliki fungsi utama sebagai alat komunikasi antarmanusia dengan kekerasan yang merupakan perilaku manusia yang hegemonik-destruktif.

Dua korelasi itu, pertama, bahwa bahasa dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan kekerasan sehingga menimbulkan salah satu jenis kekerasan yang disebut kekerasan verbal. Wujudnya terlihat dalam tindak tutur seperti memaki, membentuk, mengancam, menjelek-jelekkan, mengusir, memfitnah, menyudutkan, mendiskriminasikan, mengintimidasi, menakut-nakuti, memaksa, menghasut, membuat orang malu, menghina, dan lain sebagainya.

Kedua, bahasa yang tidak digunakan sesuai dengan fungsinya akan menjadi pemicu timbulnya kekerasan. Fungsi hakiki bahasa adalah alat komunikasi, alat bekerja sama, dan pewujud nilai-nilai persatuan bagi para pemakainya. Dalam teori percakapan, ada dua prinsip penggunaan bahasa yang wajar-alamiah, yaitu prinsip kerja sama daKedua, bahasa yang tidak digunakan sesuai dengan fungsinya akan menjadi pemicu timbulnya kekerasan. Fungsi hakiki bahasa adalah alat komunikasi, alat bekerja sama, dan pewujud nilai-nilai persatuan bagi para pemakainya. Dalam teori percakapan, ada dua prinsip penggunaan bahasa yang wajar-alamiah, yaitu prinsip kerja sama dan prinsip kesopanan.

Prinsip kerja sama menganjurkan agar komunikasi verbal dilakukan dengan bentuk yang lugas, jelas, isinya benar, dan relevan dengan konteksnya. Prinsip kesopanan menganjurkan agar komunikasi verbal dilakukan dengan sopan, yaitu bijaksana, mudah diterima, murah hati, rendah hati, cocok, dan simpatik.

Sejalan dengan itu, dalam ajaran Islam ada yang disebut dengan dosa lisan. Dalam Q.S. Al Qalam [68]: 10-11), “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi menghina. Yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah”. Larangan itu dipertegas lagi oleh dua hadis Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Hadis pertama berbunyi, “Orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaknya berkata baik. Atau, (jika tidak bisa) lebih baik diam”. Bunyi hadis kedua, “Orang yang disebut Muslim adalah orang yang bisa menjaga tangannya dan lisannya (dari menyakiti Muslim lain)”. Begitulah ajaran agama mengatur etika dan anjuran berbahasa dengan baik dalam lehidupan.

Anjuran tersebut juga relevan dengan pepatah lama yang menyebutkan lidah atau lisan bagaikan pedang. Jika lisan telah mengibaskan ketajaman mata pedangnya di hati, rasa sakit dan lukanya akan berbekas untuk waktu yang lama. Penyimpangan (deviasi) prinsip-prinsip tersebut dapatlah memicu timbulnya kekerasan. Sebagai contoh, berbicara kasar, berbicara saja tanpa tindakan, berbicara bohong, berbicara dengan keras, tidak jelas, menyakitkan, menyinggung perasaan, merendahkan orang lain, dan tidak transparan.

Dalam praktik sehari-hari, perilaku berbahasa yang tidak mengindahkan nilai-nilai dan hakikat fungsi bahasa seperti itu semakin banyak ditemukan di masyarakat kita saat ini. Perilaku yang tidak terpuji ini ironisnya banyak dilakukan di alam reformasi. Apakah ini merupakan cerminan dari euforia demokrasi yang kebablasan. Entah apa. Perilaku berbahasa yang buruk itu dilakukan oleh semua lapisan: golongan bawah, golongan menengah, bahkan elite politik negeri ini. Sindir-menyindir, saling menghujat, provokasi, dan saling mengancam tidak asing terdengar keluar dari mulut para pemimpin.

“Mulutmu harimaumu”, itu kata pepatah yang masih tetap relevan. Akibat dari penggunaan bahasa yang tidak terpuji itu kini masyarakat dan elite politik mudah sekali bermusuhan, melakukan tindak anarkis, merusak, dan lain sebagainya.Pendek kata, negeri ini sangat rentan dan rawan dengan konflik-konflik, friksi-friksi, perkelahian, pembunuhan, dan perusakan yang tak berkesudahan.

Dalam rangka reformasi pendidikan, selayaknyalah dipikirkan juga bagaimana sekolah dapat berperan agar anak didik khususnya, dan masyarakat pada umumnya tidak berbahasa untuk melakukan tindakan kekerasan dan tidak memicu kekerasan. Hendaknya anak didik berbahasa Indonesia yang sopan dan beradab, yang berfungsi memelihara serta membangun kerja sama kerukunan.

Beberapa hal yang dapat dipikirkan yaitu pertama, sekolah hendaknya memberi penghargaan yang wajar pada bahasa dan budaya. Kedua, pelajaran bahasa menggunakan pendekatan komunikatif tetap menekankan perlunya kesopanan berbahasa. Ketiga, semua warga sekolah dikondisikan dan disiplinkan untuk berbahasa dengan sopan.

Tentang berhasa yang sopan ini, sangat selaras dengan sabda Rasul yang mulia, “Tidaklah seharusnya orang menyuruh yang makruf da mencegah yang mungkar, kecuali memiliki tiga sifat, yakni lemah lembut dalam menyuruh dan melarang (mencegah), mengerti apa yang harus dilarang, dan adil terhadap apa yang harus dilarang”.

Berdemonstrasi menyampaikan tuntutan dan aspirasinya adalah hak setiap orang yang mesti diperjuangkan. Namun penyampaian itu hendaknya disampaikan secara beretika. Aksi-anhg

Bahasa Manusia

RAMPÉS GARUT 2016

RAMPÉS (Ragem Macangkrama Pestival) 2016 adalah rangkaian kegiatan mahasiswa asal Garut yang tergabung dalam Paguyuban Daerah di kampusnya masing-masing, seperti :
Silaturahmi Mahasiswa dan Alumni UI (SMART UI)

Forum Mahasiswa Garut ITB (FORMAT ITB)

Paguyuban Mahasiswa Garut Intan UNPAD (PAMASAGI UNPAD)

Keluarga Mahasiswa Garut UPI (KMG UPI)

Keluarga Mahasiswa Garut Yogyakarta (KEMAGA Yogyakarta), serta Paguyuban mahasiswa Garut lainnya.

Tema yang diangkat pada RAMPÉS 2016 ialah “Nyipta Sukma Widyanipuna” yang artinya adalah menciptakan generasi atau jiwa yang mempunyai pengetahuan ilmu yang tinggi. Alasan memilih tema ini adalah sasaran RAMPÉS merupakan siswa/i SMA/MA sederajat di Garut yang memiliki basis pengetahuan atau pendidikan
Untuk lebih lengkapnya bisa di longok halaman ini http://rampesgarut.com/wp/profil-rampes-2016/

RAMPÉS GARUT 2016

Daftar Baru Harga Rokok 2017

Senin, 10 Oktober 2016, 22:52 WIB

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 147/PMK.010/2016 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK.011/2012 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, yang telah ditandatangani oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada 30 September 2016.

Selain menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 10,54 persen, juga mengatur mengenai Harga Jual Eceran (HJE) rokok yang berlaku per 1 Januari 2017.

Dilansir dari situs resmi Sekretariat Kabinet (setkab.go.id), Senin 10 Oktober 2016, ada dua poin penting yang harus diperhatikan dalam PMK tersebut. Pertama, tarif cukai yang ditetapkan kembali tidak boleh lebih rendah dari tarif cukai yang berlaku.

Kemudian, yang kedua, harga jual eceran tidak boleh lebih rendah dari batasan harga jual eceran per batang, atau gram yang berlaku.

“Ketentuan mengenai batasan harga jual eceran per batang, atau gram dan tarif cukai per batang, atau gram sebagaimana tercantum dalam lampiran II (produk dalam negeri) dan lampiran III (untuk hasil tembakau yang diimpor), mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2017,” bunyi Pasal 2 ayat (2b,c) PMK tersebut.

Mengacu pada PMK tersebut, maka mulai 1 Januari 2017, harga jual eceran (HJE) rokok sigaret kretek mesin (SKM) paling rendah adalah Rp655 (sebelumnya Rp590), sigaret putih mesin (SPM) paling rendah Rp585 (sebelumnya Rp505), dan sigaret kretek tangan (SKT), atau sigaret putih tangan (SPT) paling rendah Rp400 (sebelumnyaRp370). Sebelum Tarif Cukai Naik, Harga Rokok Sudah Melambung.

Selanjutnya, sigaret kretek tangan filter (SKTF) dan sigaret putih tangan filter paling rendah Rp655 (sebelumnya Rp590).

Adapun harga jual eceran terendah sigaret kretek mesin (SKM) hasil tembakau yang diimpor adalah Rp1.120,harga jual eceran terendag SPM Rp1.030. Harga jual eceran terendah SKT, atau SPT Rp1.215 harga jual eceran terendah SKTF dan SPTF adalah Rp1.120.
“Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi PasalII ayat 3 PMK Nomor 147/PMK.010/2016yang diundangkan oleh Dirjen Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo Ekatjahjana pada 4 Oktober 2016 itu.

Sumber :

setkab.go.id

VIVA.co.id

Daftar Baru Harga Rokok 2017